Oleh: Fathiya Nazihah | 28 Desember 2010

SEDIKIT TENTANGKU DARI MEREKA


 

 

Berawal dari niat untuk mengubah bagian “about me” di info profil di akun facebook, saya jadi kepingin menanyai teman-teman saya. Sebuah kebiasaan lama, sih … Suka tanya-tanya ma teman-teman tentang hal-hal tertentu yang menurut saya menarik, dan kali ini rupanya saya menganggap diri saya sendiri sebagai tema yang menarik, hehehe …

Kenapa harus tanya teman segala, sih, kalau cuma mau ngedit profil? Hyaaah … pasalnya, saya bingung harus mengedit apa … Saya merasa yang tertulis di info saya itu sudah tidak menarik, sedangkan saya ini paling sulit rasanya untuk menilai dan mendeskripsikan diri sendiri, hooo …

Okeh, langsung saja, apa yang saya tanyakan pada mereka, orang-orang berharga dalam hidup saya? Saya mengirimi mereka sms yang isinya begini, “Kawan, Tyas minta tolong dunk. Tolong deskripsikan Tyas dengan singkat menurut pendapatmu, yach! Please banget tolong dibalas. Tengkyu … heee …

Jawaban pertama, datang dari Dian -dia hampir selalu jadi yang pertama dalam berbagai hajat hidup saya (??? Haaa …) entah mengapa-. Dian bilang, “More mature & wiser than me & Teteh … Talented in arranging words …

Gitu, deh, Dian kalo ngomong. Maklum anak English Department. Jadi suka gitu, deh bahasanya, hehehe … Sebenarnya, sih, saya sempat minta bahasa dusunnya sama dia. Tapi saya rasa tidak perlu dicantumkanlah di sini, ya! Saya anggap kalian-kalian atau Anda-anda yang baca tulisan saya ini nilai TOEFL-nya udah di atas 500 (kek tau aja segimana nilai TOEFL). Keh keh keh … *egois.com*

Berikutnya, masuk sms dari Maya. Katanya, “Cukup bagus buat jadi pendengar bagi orang yang suasana hatinya suka berubah-ubah. Sepertiku.

Beberapa menit kemudian masuk sms panjang dari Ipeh (Arifah Marhamah). Gini katanya, “Mendeskripsikan apa ja lah … Tyas tu setahuku … Inya kangen lawan celotehanku … haha … Kededa yang bepadah kaytu ke aku Yas ae … hixhix #terharu hehe J Tyas tu … jar kam jua, tidak mudah beradaptasi dengan orang baru … Mungkin dengan keadaan baru jua … Haa Kam tu pinter nulis Yas ae … Tulisan kam tu loco … Loco nda ne berarti bagus … haha dalam pikiran nda, kam tu identik lawan biru, sama kayak Yuli … Sedikit banar nah yang kutahu tentang kam, haa :D

Sms Ipeh ini bener-bener bikin saya ketawa karena alasan emosional pribadi, hahaha … Ipeh ini salah satu temen terlucu saya. Kalau ketemu dia, rasanya saya pasti selalu ketawa, hehehe … Oleh karena Ipeh ini orangnya banjarist sekali, hampir mustahil rasanya mendapati sms dari dia (yang dia ketik sendiri) menggunakan bahasa lain selain bahasa banjar. Baiklah, untuk yang tidak mengerti bahasa banjar, saya akan terjemahkan. Kira-kira begini artinya, “Mendeskripsikan apa aja, ya … Tyas itu setahuku … Dia kangen sama celotehanku … haha … Nggak ada yang bilang kayak gitu ke aku, Yas … hixhix #terharu hehe J Tyas itu … Kata kamu juga, tidak mudah beradaptasi dengan orang baru … Mungkin dengan keadaan baru juga … haa kamu itu pinter nulis, Yas … Tulisan kamu itu lucu/konyol … lucu/konyol menurut aku ini artinya bagus … haha dalam pikiranku, kamu itu identik dengan biru, sama kayak Yuli … Sedikit banget, nih yang aku tahu tentang kamu, haa :D

Ipeh bilang itu sedikit. Ya, secara makna, sih iya. Tapi secara kata, itu sudah panjang sekali …! Akhirnya dia ngasi versi singkatnya. “Versi singkatnya … kam tu bore jua sekalinya … Kurang labih ja lawan aku … Hahaha …

Paham? Kalo nggak, ini translitnya, “Versi singkatnya … Kamu itu bawel juga ternyata … Kurang lebih aja sama aku … Hahaha …

Trus dari Yuli. Katanya, “Tyas tuuu … Pendiam kalo hanyar kenal lawan orang, nyaman dimintai pendapat, agak keras kepala, kalo ada sesuatu yang kada nyaman langsung disambat atau dipanderkan atau dikeluarkan uneg-unegnya, habis tuuu apa lagi laaa …? Itu ja punk yang aku tahu ….” Artinya, “Tyas itu … pendiam kalau baru kenal sama orang, enak dimintai pendapat, agak keras kepala, kalau ada sesuatu yang tidak enak di hati langung dikatakan atau dibicarakan atau dikeluarkan uneg-unegnya, habis itu apa lagi yaaa …? Itu aja, sih yang aku tahu …

Lalu kata seorang adik, Rifda namanya, “Kakak tu enak diajak curhat dan saran-sarannya bagus banget … Truz sangat berbakat jadi ahli gizi … J” hahaha … emangnya bener saya berbakat jadi ahli gizi? Kuq saya tidak merasa demikian, ya … hehehe …

Akbar Romadhoni yang semasa SMA biasa dipanggil Abang, singkat banget jawabannya. Dia cuman bilang, “Berlian …” dan saya pun sukses dibuatnya terbengong-bengong. Maksudnyahhh??? Setelah ditanya maksudnya, nggak dibalas juga, ya sudahlah, saya pikir mungkin dia sudah tidur (jam 11pm WITA tue uda lumayan malem, nggak, sih?), atau mungkin juga dia salah balas sms, hehehe …

Si Pazrin juga nggak kalah singkat, nih. Dia bilang, “Jarang senyum …” Saya pun bengong lagi. Heh??? Segitu mahalnya kah senyum saya? Trus dia lanjutin, “Dibandingkan dengan diam lebih sering diam daripada senyum …” Begitukah? Haaa … Terserahlah … Itu, kan menurut dia …

Lama juga nunggu balasan dari mereka-mereka ini. Sempat beberapa kali saya sudah hampir tertidur. Selanjutnya, si kecil Vicka yang mengirim sms, “…Dalam pandanganku, Tyas itu orang baik, sayang sama keluarganya, tempat curhat yang ok, lebih dewasa (daripada aku), sabar (menghadapi aku), suka warna biru jadi sedikit banyak punya sifat-sifat warna biru, sosok kakak, penyayang, tapi pengoler jua kayaknya, he … kadang-kadang suka mencap dirinya jelek, yah rendah diri lah …(siap-siap digeplak sandal jua aku ne), kada pedean (jar kam), sulit melupakan sesuatu (kalo disakiti, kalo mencintai), agak takut jatuh cinta (ya kah?), suka melamun (?), puitis, pintar bikin kata bagus-bagus & senimu sastra.

Wuaaaaa … anak ini hampir membongkar sebagian besar tentang saya, sebenarnya. Bikin nderedeg bacanya. Agak terharu juga, sih, hehe … Sejauh ini, pendeskripsiannya ini yang paling lengkap (padahal yang diminta singkat aja). Kalau ada yang nggak ngeh soal maksud dari “sifat-sifat warna biru”, silakan tanya orangnya aja, hehehe …

Translit: pengole r= pemalas, kada pedean = nggak pedean

Kalau Angga, bilang gini, “Ndut, keibuan dari mukanya, bisa dibilang dewasa … jago puisi, sederhana, punya cara sendiri untuk menyemangati diri, kritis, selalu berusaha jadi lebih baik … Menurutku itu sih. Kalau jeleknya aku belum bisa lihat, mungkin bisa tanya sama teman dekat kam … Sahabat-sahabat baik kam …

Hedeh … Belum bisa liat jeleknya? Itu udah kamu tulis di paling depan, Ngga. Kenapa, sih yang paling depan harus “ndut”??? *protes* Tapi, kalau nggak kamu kasih tahu gini, saya nggak nyadar kalau punya cara sendiri untuk menyemangati diri, hehe … Benarkah? Setahu saya, yang bisa saya lakukan untuk menyemangati diri di kala lemah hanya dengan berteriak-teriak, “Semangad, Tyaaasss …!!! SEMANGADDD !!!” tanpa memedulikan tempat dan waktu. :p

Berikutnya dari Ryan. Sebenarnya, sih dia sudah sering bilang begini, “Kamu itu, Yas, jiwa lelaki yang terperangkap di tubuh wanita.” Saking galak dan ganasnya saya, hahaha … Bagus … bagus … Saya suka … Tapi setelah dikirimi sms seperti yang lain, dia bilang, “Tyas: Sedikit keras kepala, perajuan, tapi bisa ngerti kawan kalau lagi susah, pikirannya dewasa dan memandang jauh ke depan.” Haaa … Honestly, saya surprise baca balasannya ini. Tapi dia bilang dia jujur, kuq, hehe … Nggak nyangka aja ternyata selama ini begitulah saya di matanya. Soalnya selama ini dia bisanya cuman ngata-ngatain yang jelek-jelek doank tentang saya, hehehe … (translit: perajuan = tukang ngambek)

Berikutnya dari Teteh. Waktu malam saya kirim sms itu ke dia, balesannya cuma, “Tyas itu Tyas. *singkat, padat, jelas, berisi, bonus cengiran* =D” Sebenernya, yang pantes digeplak itu jawaban yang semacam ini. Lalu apa bedanya Tyas yang ini dengan Tyas yang itu dan Tyas yang lain???

Eugh, rada dongkol rasanya baca balasannya itu. Tapi saya mengerti, secara tersirat, dari kata-kata yang dia gunakan, dia sedang sibuk. Dari mana saya tahu? Soalnya, dia ini juga salah satu master kata-kata yang hidup di muka bumi. Jadi rasanya mustahil seorang master seperti dia hanya memberikan jawaban seperti itu. Saya masih menyimpan keyakinan kalau dia akan balas sms saya. Asal diingatkan. Soalnya, selain pintar, dia juga sekaligus pelupa dan penidur yang sulit ditandingi. (^.^)v

Benar saja, besoknya, dia balas, “Tyas itu Tyas, kadang emosional tapi lebih sering sabarnya, sedikit study oriented, rajin bantu ibu, suka menciptakan masakan aneh-aneh sendiri, punya nasihat-nasihat bagus buat orang lain, tapi sering kesulitan menghargai dirinya sendiri.” Tuh, kan bener. Walau nggak sepanjang sms Ipeh, tapi smsnya ini juga berhasil bikin saya ngakak. Terutama di bagian “masakan aneh-aneh”, karena dia pernah jadi “korban” responden untuk menguji organoleptik masakan iseng yang saya buat. Dengan sukarela lah tentunya, tanpa paksaan, bahkan tanpa diminta. Lalu apa katanya, “Rasanya lucu, Yas.”, tapi tetep juga diabisin. :D Terus, waktu makanannya ampir abis, dia keceplosan juga, “Enak!” dan detik berikutnya memasang tampang khilaf.  Hahaha … Soal kata lidah bisa bo’ong, tapi soal rasa, lidah gak bisa bo’ong …! Wkwkwk …!

Soal study oriented, sepertinya baru-baru ini saja, ya, selama saya kuliah. Semasa SMP dan SMA, mana pernah saya terlalu peduli sama nilai dan pelajaran saya? Sebagian besarnya berlalu begitu saja. Kalau tuntas, ya sukur … kalau nggak tuntas, ya remedial! Begitu aja kok repot. Hehehe … Trus, di bagian “rajin bantu ibu” kuq saya tidak merasa begitu, ya? Yaaa … soalnya saya merasa ibu masih belum merasa cukup terbantu. Apa yang saya lakukan selalu kurang. Yah, saking sibuk dan banyaknya kewajiban Ibu saya … haaa …

Trus, dari Mami Phia. Lama juga (lama banged) nunggu Mami inget ngebalas sms itu, maklum, sibuk, katanya, hehe … Mami bilang, “Yas tu terlihat kuat, terlihat berusaha untuk kuat & tidak apa2. Tapi masih tetap bisa kebaca kalo Yas tu kalut.” Hehe … Untungnya, gak semua orang punya penglihatan setajam Mami. Bisa gaswat soalnya kalau akting saya ketahuan, hohohooo … ^o^

Hari berikutnya, saya mencoba minta pendapat teman-teman di kampus, dan orang pertama yang menanggapi dengan serius itu cuma Gusti Annisa (Icha). Katanya, ”Tyas tu orangnya baik, pinter, kalo temen gak bisa dalam hal pelajaran dia ajarin, rame bisa buat becanda, kadang-kadang juga serius, diajak ngomong juga rame, pokoknya sip deh temenan ma Tyas. Ok!” Hehe, okelah, Cha … Sip juga temenan ma kamu! J

Next description from our Ketua Tingkat alias Ketua Kelas, Hazriyal. Iyal bilang, “Tyas to rame diajak ngobrol … polos … hehe, truz … lucu. He”. Trus, saya rada protes coz saya rasa tue deskripsi kelewat singkat. Trus, dia balik protes, “Kan diminta singkat, ndak yang panjang kah??? Tyas itu rameeeee diajak ngobrollll, Tyas itu pendiam tapi kalo sudah ngomong gokil … Tyas itu cewek yang tabah menghadapi cobaan. Hahaha, Tyas itu nyambung diajak curhat. Tyas itu ya teman sekelasku. Ndak yang panjang sampai rumah kam kah? He”.

Beberapa translit:

–          “Kan diminta singkat, ndak yang panjang kah???” artinya “Kan diminta singkat, mau yang panjang???

–          “Ndak yang panjang sampai rumah kam kah? He” artinya “Mau yang panjang sampai ke rumahmu? He”

Diminta agak panjangan, eh, hurufnya didobel-dobelin …! Huh … Eh, sebentar … sebentar … Polos? Hei, ini polos yang bagaimana maksudnya, yah??? Haaa … soal pendiam dan kelanjutannya … Itulah. Ngomong itu gak perlu banyak, yang penting ngena! Hehehe …

Berikutnya dari Reny Hidayati (perlu ditulis nama panjang karena ada banyak Reny di angkatan kami, hehe). Kata Reny, “Tyas orangnya baek … pendiam … terlalu menutup diri ma cowok … terlalu alim … J pinter … lelet … Apa lagi yo lah???

Wuaaaaah … terlalu menutup diri ma cowok? Heee … maksudnya, sih bukan menutup diri, tapi menjaga diri … jadi selama ini terlihat seperti terlalu menutup diri, ya??? Hooo … terlalu alim??? Gak salah apa, ya, Ren??? Bukannya masih buanyak khilafnya saya, mah? Hehehe … soal lelet, semoga tidak lelet dalam segala hal. *ngarep.com*

Trus, dari Winda. Ni anak agak susah juga dimintai deskripsinya. Dia minta barter dulu. Setelah tercapai kesepakatan, dia pun menyodorkan jawabannya, “Tyas tu: baek, aneh (dikit)_tanya Iyal kalo gak percaya … gkgkgk … sabar, pengertian ma temen (hari ne entri data sendirian ya?) qiqiqi … temen yang menyenangkan lah … J”. Saya rada aneh dikatain aneh (???), jadi minta pertanggungjawaban atas tudingan itu (weleh weleh …), eh dia gak bisa jelasin juga, “Hemm apa ya? Hidung Tyas kali *pesek, tapi kacamatanya masih bisa sangkut* kidding … Pokoknya sulit diceritain, entar kalo sebulan kita satu atap lagi aku kasih tau contohnya … hahaha Viss.” Wuahahaha … Soal idung, mah gak bisa disalahin … Kacamatanya, tueh … Uda tau pesek, kenapa juga masih mau nyantol, keh keh keh … :D Dan soal entri data … Inilah, kadang kalian menganggap saya terlalu baik … padahal seharian itu saya cuman ngerjain kerjaan rumah, sama sekali gak tersentuh tue tugas-tugas, hahaha … :D

Baiklaaaaaaaahhh … Sementara ini cukup dulu pengembaraan saya pada kawan-kawan … Lain kali tanya-tanya lagi, yah! Hehehe *banyakmaunya*.

Jadi, uda tahu, kan, buat apa saya tanya-tanya kalian? Hehehe … (^_^)v


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: