Oleh: Fathiya Nazihah | 23 Agustus 2010

ALASAN UNTUK BERTERIMA KASIH


Pada suatu hari yang tenang, seorang adik mengirimiku pesan pendek yang lumayan panjang (???___(-_-)a___???). Mungkin bagi beberapa orang ini adalah pesan pendek (baca: sms) biasa, yang sering di-forward ke banyak teman tanpa diketahui jelas dari mana sumber pesan itu yang sebenarnya. Tapi membaca pesannya, mau tidak mau aku tergetar, dan selanjutnya membuat aku berpikir. Ah, lagipula tidak terlalu penting siapa yang mengatakan, tapi apa yang dikatakan. Begitu, kan?

Aku tuliskan saja pesannya. Begini katanya:

Buat orang2 yang kusayangi …

Berterimakasihlah pada orang yang melukai hatimu,

karena dia telah membuatmu kuat!

Berterimakasihlah pada orang yang membohongimu,

karena dia membuat hidupmu bijaksana!

Berterimakasihlah pada orang yang membencimu,

karena dia mengasah ketegaranmu,

dan berterimakasihlah pada orang yang mencintaimu dengan tulus,

karena itulah anugerah yang terindah dalam hidupmu.

Tak ada sesuatu yang terjadi tanpa disengaja, semua penuh makna dan hikmah,

karena dunia dimiliki oleh Sutradara Yang Maha Sempurna.

Dicintai-Nya adalah segalanya …

Biasanya kita berterimakasih hanya untuk hal-hal baik dan menyenangkan yang terjadi pada kita. Tapi pernahkah terpikir untuk berterima kasih atas semua hal menyakitkan yang pernah kita alami? Kita cenderung menganggapnya sebagai sebuah derita, kesengsaraan, atau kesialan.

Terkadang kita lupa, bahwa semua, apa pun itu, yang terjadi dalam hidup kita, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita.

Mungkin kita ditegur atas kesalahan yang pernah kita lakukan, entah itu sengaja atau tidak. Allah menegur kita agar kita bisa kembali tersadar dan ingat kepada-Nya, lalu kembali ke jalan yang diridhoi-Nya. Betapa Allah masih ingin kita kembali pada-Nya, menjadi hamba-Nya yang disayangi-Nya, betapa Allah masih memperhatikan kita.

Atau, kalau toh memang kita tidak pernah melakukan kesalahan sebelumnya, mungkin Allah ingin meninggikan derajat kita, dengan belajar dan mengambil hikmah dari apa yang kita alami. Bukankan orang yang berilmu selalu ditinggikan derajatnya daripada orang yang enggan menuntut ilmu dan mengambil pelajaran dari apa yang dihadapinya?

Siapa, sih, yang tidak mau ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT? Sama seperti saat kita sekolah, siapa, sih yang mau tinggal kelas? Ujian atau cobaan dari Allah, bisa dianalogikan seperti itu. Sebelum naik kelas, kita harus melewati ujian kenaikan kelas terlebih dahulu. Jika kita berhasil melewatinya, entah dengan baik, sangat baik, ataupun pas-pasan, barulah kita berhak naik kelas. Alangkah baiknya jika kita bisa melewati ujian itu dengan baik. Untuk mendapatkan hasil yang baik, tentunya kita memerlukan bekal yang cukup untuk menghadapi ujian itu. Untuk itulah, kita diharapkan selalu belajar dan mendekatkan diri kepada Allah. Itulah bekal kita yang sesungguhnya untuk melewati ujian dari Allah.

Sadar atau tidak (sepertinya lebih banyak tidak sadarnya, daripada sadarnya), setiap hari, setiap saat, setiap detik, selalu ada pelajaran dari Allah untuk kita, hamba-hamba-Nya. Tinggal bagaimana kita menyadari, menyikapi, dan mengambil pelajaran darinya. Jadi sebenarnya kita punya banyak sekali kesempatan untuk belajar di sepanjang hidup kita sehingga derajat kita akan ditinggikan oleh Allah. Bukankah itu pun salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kita?

Pernahkah terpikir, bisa jadi ujian dan cobaan itu ternyata diberikan Allah untuk menghapus dosa-dosa kita? Bagaimana caranya ujian bisa menghapus dosa? Yakni dengan bersabar. Bukankah orang-orang yang bersabar akan dihapuskan dosa-dosanya? Memang, mengucap sabar sangatlah mudah, namun menjalankannya luar biasa berat. Tapi kesabaran tentu bisa dilatih. Pelan-pelan. Sedikit demi sedikit. Semua butuh proses. Belajar bersabar pun begitu. Insya Allah,  tentu segala usaha kita tidak akan sia-sia.

See? Betapa ternyata Allah sangat menyayangi kita. Allah selalu bersama kita. J Jadi, jangan pernah lagi kita berburuk sangka kepada Allah atas hal-hal tidak menyenangkan yang menimpa kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Justru kita lah yang sering menjauhi-Nya.

Allah tahu apa yang terbaik bagi kita. Kita saja yang sering sok tahu menentukan dan menganggap sendiri hal-hal yang baik bagi kita. Memangnya siapa yang lebih mengenal dan mengetahui keseluruhan seluk beluk diri kita selain Dzat yang menciptakan kita sendiri? Apa-apa yang baik di mata kita, belum tentu baik di mata Allah. Apa-apa yang tidak baik menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan. Janganlah berkecil hati saat kita menemui hal-hal yang membuat kita bersedih dan terluka. Bersabar dan yakinlah, Allah pasti sedang mempersiapkan hadiah terbaik untuk kita di belakangnya. Selalu saya ulangi kalimat-kalimat itu pada diri saya sendiri, untuk membuat saya lebih kuat.

Well, setelah mendapat pesan itu, saya pun jadi ingin berterima kasih.

Terima kasih, untuk mereka yang pernah melukai hatiku,

karena lewat kalian aku jadi belajar untuk lebih kuat dan sadar

bahwa luka tidak hanya untuk diratapi dan ditangisi, tapi untuk diobati dan disembuhkan.

Terima kasih, untuk mereka yang pernah membohongiku,

karena lewat kalian Allah mengajari aku untuk bersikap lebih bijaksana dalam membedakan yang benar dan yang salah, yang nyata dan yang palsu,

karena hidup tidak selamanya hanya berisi hitam dan putih yang jelas.

Terkadang ada “grey area”, dan di sanalah dibutuhkan kebijaksanaan.

Terima kasih, untuk mereka yang membenciku,

karena melalui kalian aku bisa mengasah ketegaranku,

sekaligus belajar bahwa tenyata memaafkan itu rasanya lebih lapang dan menyenangkan daripada memelihara dan merawat kebencian yang mengakar kuat.

Terima kasih, untuk semua yang mencintai dan menyayangiku,

betapa aku sadar bahwa kalian adalah kado-kado terindah yang dihadiahkan Allah untukku.

Perlu kalian tahu, bahwa aku pun mencintai dan menyayangi kalian dengan segenap hatiku, walau mungkin itu tidak pernah terkatakan.

Special thank’s for: Rifdah, Sang Pemberi Pertolongan, untuk pesan yang sudah dikirimkan dan semua pelajaran yang sudah dibagikan. Terima kasih banyak, ya, De’! J


Responses

  1. Terus posting…

  2. Subhanallah………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: