Oleh: Fathiya Nazihah | 22 Juni 2009

Helaan yang Terusik

Rasa lemah menyergap nadi
Lenguhan napas menyiksa hati
Tusukan itu tak bisa dipungkiri
ternyata tak terperi

Gemetar tak tertahan
menggenggam yang tak ada
Koyak saja sakit yang ada
atau menganggapnya tiada

Sulit mempertahankan kesadaran
saat semua bayang datang
Memaksanya tetap hadir
walau harus mengecap getir

Semua yang hadir berakhir
Napas yang terjepit telah pergi

By: Fathiya Nazihah
Bjm, (170609)

Coba tolong Kamu ceritakan di kotak komen, apa yang ada di dalam pikiranmu setelah membaca puisi di atas.
Thank’s before … ^___^


Responses

  1. hmmm…
    *dijitak Tyas karena cuma komentar gitu doang =p *

  2. Tyas banget deh…
    jadi kebayang apa yang waktu tu lagi kamu rasakan
    wah wah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: