Oleh: Fathiya Nazihah | 4 Mei 2009

Apakah Kamu adalah Wanita yang Cantik?

Saat kepikiran tentang “cantik”, aku jadi punya ide menarik; menanyai teman-temanku perihal sebutan khusus untuk wanita itu. Pertanyaannya, sih sederhana aja. “Menurutmu, apa itu cantik?” Jawabannya? Mengejutkan! Berbagai jawaban aku dapatkan dari mereka, dan dari situ pun aku jadi bisa belajar banyak. Wah, ternyata tema yang satu ini menarik juga untuk dibahas.

Pertama-tama, aku beri tahu dulu jawaban-jawaban seperti apa yang meluncur dari bibir manis para wanita.

Dimulai dari jawaban-jawaban yang sederhana aja, seperti, “Menurutku, cantik itu indah …” kata Jaleha.

Atau, “Cantik itu adalah ciri khas yang dimiliki setiap wanita.” ujar Ruseka.

“Cantik itu adalah sesuatu yang indah dipandang mata, terutama bagi para lelaki.” tutur Risa.

Bagi cewek-cewek yang jadi anggota “gang narsis”, jawabannya pasti gak jauh-jauh dari memuji diri mereka sendiri. Hehehe … Misalnya aja kaya’ jawaban yang diajukan oleh teman sebangkuku di kelas XII SMA, Diah Maya Sari. Maya bilang, “Menurutku, cantik itu aku. Jadi jelaskan aja bagaimana aku. Itulah cantik. Hehehe …”

Atau jawabannya Irma Maya Sari ini (entah jodoh apa, koq mereka bisa punya nama yang begitu miriph! hehehE …), “Cantik nurutku, yaaahhh kaya’ aku niy lah…”

Banyak juga yang menganggap cantik itu sesuatu yang ukurannya relatif, tapi masih berbau-bau narsis (mank si narsis tueh baunya kek gimana, seyh ya???).

“Cantik itu … ya kaya’ Oyin ini! Hwaha … Cantik itu indah … Nyaman dilihat … Tapi cantik itu bersifat relatif …” gitu kata Oyin.

Ada lagi nih dari Rini, “Cantik itu indah … Cantik itu relatif … Semua orang itu cantik … Tinggal bagaimana orang itu mempergunakan kecantikan yang ada. Tapi yang terpenting itu kecantikan dari dalam diri. Kalo orang itu cantik tapi dalamnya buruk, tetap aja gak cantik ….” Awalnya, sih memang terkesan serius, tapi ujung-ujungnya, “….Ya yang kaya’ aku ini lah yang namanya cantik tuh, hehehe …” tetep aja narsis! Hehehe …!

Lain lagi makna cantik buat Sella, ”Cantik itu, bersih hatinya, bersih pikirannya, bersih kulitnya. Hehehe …”

Ada juga, Nova, salah satu temenku di kampus yang waktu dikasi pertanyaan itu sempet bikin aku terpana ama jawabannya. Jawabannya kira-kira gini, “Cantik itu cuma sebuah objek. Yang menentukan seorang wanita itu cantik atau gak adalah aura positif yang keluar dari dirinya. Kalo seorang wanita merasa bahwa dirinya cantik, maka ia akan terlihat cantik.” Mantep gak tuh jawabannya? Sayangnya, ujungnya gini, “Tapi itu aku baca di majalah juga siiih … hehehe …”. Hyaaaaahhh … Itu sih namanya bukan pendapat sendiri, Mbak!

Trus, aku jadi inget pendapat salah satu temen SMA-ku tentang gimana cewek yang cantik itu. Namanya Noor Fakhriani, kami biasa manggil dia Ani. Ani bilang kurang lebih gini, “Sebenernya semua cewek itu fitrahnya cantik, Yas … Tinggal bagaimana mereka merawat diri mereka supaya tetap cantik.”

Dia jawab gitu waktu aku tanya ma dia apa aku ini termasuk cewek yang cantik atau gak. Hmh, jawaban yang diplomatis untuk pertanyaan sederhana yang membuat orang lain terpojok atas pertanyaanku itu (abisnya, mo jujur dibilang gak cantik, ntar tersinggung, mo dibilang cantik, ntar jadi fitnah! HeheE …). Gara-garanya, aku gak pernah merasa kalo aku ini cantik, jadi rasanya ko’ gak ada alasan bagi cowok buat suka ma aku. Jadi takut susah dapet jodoh. Hahaha … pemikiran konyol kaya’ gitu mank gak bisa dipungkiri, kadang-kadang melintas juga di kepala.

Beralih ke jawaban Dian. Setelah bernarsis ria di awal smsnya, sohibku sejak kelas 5 SD ini ngasi jawaban yang bikin inbox-ku penuh.

“…. Cantik itu berarti bikin orang lain ngerasa nyaman. Misal, cantik dari segi FISIK (bisa berupa wajah cantik atau bodinya yang bagus). Cantik dalam artian ini bikin MATA orang lain ngerasa nyaman waktu NGELIAT dia. Beda ma cantik dari segi PERSONALITY atau kepribadian (sifat-sifat positif, seperti supel, bertanggung jawab, mandiri, dll). Cantik dalam artian ini bisa bikin orang lain yang berINTERAKSI secara SOSIAL ma dia ngerasa nyaman menjalani interaksi itu.”

Waduh, bahasanya udah kaya’ dosen sosiologiku aja! Hehehe … Tapi, jawaban Dian ini termasuk jawaban yang menurutku bagus. Dia memberikan penekanan yang jelas pada bagian yang ingin ditonjolkannya agar orang lain lebih mengerti maksudnya. Bener, kan?

Nah, sekarang, pasti pengen tau dunk gimana jawaban dari makhluk yang paling memuja kecantikan wanita (baca: cowok) untuk pertanyaan itu. Sekali lagi, jawaban sederhana yang maju lebih dulu. “Menurutku, cantik itu sesuatu yang indah dan enak dilihat … Tapi yang jelas, cantik itu bukan calon anak itik, hehehe …” (?????) gitu kata Alan.

Jawaban dari Ziqan atau Rizqan (nama sebenarnya.red) lebih singkat lagi. “Cantik=suatu keindahan yang diberikan dan harus disyukuri.”

Ryan juga memandang kecantikan sebagai sesuatu yang relatif. “Cantik itu sesuatu yang indah dilihat dan membuat yang memandang terpesona. Tapi relatif, gak bisa diukur hanya dari satu sudut pandang saja! Tergantung siapa yang ngeliat.”

Ada juga jawaban yang rada-rada abstrak dari Wahid, “Cantik itu suatu anugerah dan gak bisa dijelaskan dengan kata-kata.”.

Trus, jawaban dari Aidi malah bikin bingung, sebenernya dia tau ato gak sih apa itu cantik? Jawabannya gini, “Nah … Aku gak tau … Soalnya itu biasanya refleks setelah melihat orang yang dipandang, apakah orang itu cantik atau gak … Hehe …” Bener, kan, bikin bingung?! Hehehe …

Abank Dhoni malah nyebutin nama mantan pacarnya sambil sesengukan waktu ditanya “Apa itu cantik?”. Katanya, “Cantik itu ya … G* L**** ******a … Hiks3 …” disensor demi menjaga privasi narasumber, hehehe …

Nah, jawaban dari Husein, cowok pertama di kampus yang aku tanyain tuh gini, “Cantik itu suatu paras yang indah, memesona, dan menimbulkan daya tarik tersendiri yang bikin kita gak pernah bosan melihatnya.” Cieeeeee … cie cie cieeeeee … Bisa ditebak, keknya Si Husein nih pinter ngerayu cewek kalo diliat dari kosa kata yang dikeluarkannya itu, apalagi kalo kalian, para pembaca, bisa denger sendiri nada suaranya waktu bilang gitu. Hahaha …

Oh, iya! Pernyataan Hanafi yang membahas tentang seperti apa cewek yang cantik itu, bener-bener di luar dugaan. Maksudnya, aku gak nyangka kalo ternyata dia bisa ngejawab kaya’ gitu, hehehe … Jawabannya tueh kira-kira gini, “Setiap orang itu cantik dengan dirinya masing-masing (parasnya, perilakunya, kebiasaannya, dll). Ini hasil penelitianku, gini-gini aku udah banyak makan asam garam, hehehe …” Jawaban itu berlanjut, karena aku nanya lagi. Tapi aku udah lupa, aku nanya apaan waktu itu ( “-_- ), yang jelas jawaban lanjutannya itu gini, “Semua kriteria itu ada pada semua orang, cuman kadarnya aja yang berbeda, tinggal gimana orang itu menampilkannya …. (kalimat berikutnya dipotong, demi menjaga privasi penulis – hehehe …). Truz, aku nanya, apa yang jadi ukuran untuk kriteria-kriterianya itu? Hanafi jawab lagi gini, “Yang jadi ukuran tiap orang untuk menilai orang lain itu berbeda-beda. Itu gak bisa dijelaskan.”

Ketua BEMku pun gak luput dari pertanyaanku itu. Kak Murjani or MJ (begitulah panggilannya) menjawab dengan lebih spesifik. Dia ngebedain pengertian secara umum dan khusus. Gini jawabannya, ”Cantik adalah hal yang indah, bagus, memesona, membuat hati tenang, dan suka melihatnya. Kalo itu artinya secara umum. Arti khusus itu tergantung dari pengertian masing-masing aja. Dilihat dari dalem bagus, cantik. Dilihat dari luar indah, bagus, bungas, itu cantik luarnya.” Jujur aja, aku rada bingung ma susunan kalimatnya. Tapi maksudnya tetap bisa ditangkep ko’.

Satu lagi, ada jawaban dari Angga. Awalnya dia rada bingung gimana ngejawabnya, mengingat betapa relatifnya ukuran cantik itu. Tapi akhirnya dia jawab gini, ”….Masalahnya, cantik itu relatif, tergantung seseorang memandang cantik itu sendiri. Tapi kalo boleh berpendapat, cantik itu gak cuman dipandang dari parasnya. Kalo ”segumpal daging” dalam dirinya itu kotor+jelek, cantik yang terlihat tueh gak ada artinya, bakalan redup dengan sendirinya. Tapi kalo yang di dalamnya itu baik, insya Allah itu bakalan kelihatan sampe keluar … dan itu yang bikin cantik di luarnya bersinar …” Dia mengutip hadis dari Rasulullah SAW, soal segumpal daging yang bercokol di dalam tubuh manusia dan menghubungkannya dengan kecantikan.

Walopun gak semua orang yang aku tanyain itu ngasi jawaban (entah karena faktor kesibukan, ketiadaan pulsa, kebingungan memikirkan jawaban yang bagus, atau mungkin juga karena pengaruh perasaan pribadi yang entah apa), aku udah cukup seneng nerima jawaban-jawaban yang masuk. Gak jarang, jawaban mereka itu memancing senyum, bahkan tawa. Malah bisa jadi hiburan, hehehe … Tapi nih ada juga jawaban yang udah bikin inbox penuh, bikin bingung yang baca juga.

Ceritanya gini, aku juga kirim sms yang isinya “Aslm. Menurutmu, apa itu cantik? Tol dijawab yaaaaa …” ke Rizky, temen SMP-ku yang sekarang jadi mahasiswa UGM (bener, kan, Ky?). Eh, jawabannya malah gini, “Wass. Sebentar ya, tak buka buku dulu.”

Grrrghh … Rada mangkel tapi geli juga baca jawabannya yang kaya’ gitu. Masa’ iya, buat ngejawab pertanyaan yang segitu simpel perlu mbuka buku segala? Aku sempet khawatir, jangan-jangan tue anak sekarang udah lupa gimana caranya mikir yang simpel gara-gara keseringan mikir yang ruwet-ruwet, kek ngurusin politik gitu.

Setelah ditunggu lama, akhirnya balasan smsnya datang juga. Balasan itu malah bikin kekhawatiranku kian dalam (alaaaahh … apa’an lagi tueh! Hehehe), soalnya smsnya itu gini bunyinya, “Menurut Maurice Duverger, cantik adalah adanya bakat antara efektivitas material (tampak luar) dan kualitas moral (nilai). Kalo menurut Max Weber (nama ni orang familiar deh keknya di telingaku, tapi aku lupa, siapa dia yaaa …??? Hehehe), cantik adalah prasangka sosiologi di mana moralitas dipandang dalam kerangka yang materialistik, namun memiliki banyak dimensi sesuai tipe-tipe sosial. Kalo menurut Hegel, mengacu pada Plato, cantik adalah hasil dialektika dan pemikiran manusia tentang kualitas seseorang, maka cantik itu relatif dan tergantung sudut pandang. Marx memandang cantik sebagai produk dari konflik kelas. He8.”

?????

Bingung?

Anda bingung?

Saya juga bingung!

Hidup bingung!

Yeah!

Percayalah, Sodara-sodara, kalimat sepanjang dan serumit itu disampaikan oleh beliau lewat sms! Masalahnya, segala milik saya serba terbatas untuk menerima kalimat-kalimat yang dikirimnya itu. Kapasitas inbox yang terbatas, didukung juga oleh kapasitas otak yang terbatas, menyebabkan mur-mur otak saya mulai bergetar saat membaca pesan itu.

Akhirnya aku nanya yang lain ma Rizky, “Eumm … kalo yang menurut Ahmad Rizky Mardhatillah Umar, ada?”. Baru deh dia jawab lagi. Jawabannya yang selanjutnya ini menurutku juga patut dikagumi, “Itu kalo menurut mereka yang membangun filsafat politik barat. Tapi kalo menurutku, cantik itu adalah pake jilbab, manis, pandangan terjaga, kalo senyum enak dipandang, kalo ngomong hati terasa tenang, keibuan ….”

Beuuuuuhhh …!! Gemeteran gak ya si akhwat kalo suatu saat seorang ikhwan macam Rizky ngelamar dia karena alasan itu? Hahaha …! Pasti speechless, deh! Hehehe … Nah, bagi para akhwat, diperhatiin tueh, kira-kira kek gitu lah akhwat idamannya para ikhwan untuk dijadikan calon istri! Hehehe …

Masih ada jawaban dari satu ikhwan lagi neyh! Kak Arul. Beliau bilang, “Cantik sebuah kata semu kalo didasarkan fisik, cantik tak bermakna jika diungkapkan dengan kata-kata, tapi banyak arti secara harfiah cantik merupakan keindahan, kebagusan, kebaikan, yang membuat orang yg melihat dan merasakan akan menganggap sesuatu yg melekat dengan kata cantik adalah indah, menenangkan perasaan.
Tapi sebenarnya, cantik itu lahir dari sebuah angapan … Nenek yang tua akan dbilang cantik oleh kakek, mana mungkin ayam jantan mengangap sapi betina itu cantik …
Makanya cantik itu lahir ketika dia hidup dalam komunikasi sesama tingkatan dan pandangan.”

Jawaban khas perpaduan ikhwan dan mahasiswa tueh …! Bahasanya itu lhooo … HeheheE … Dari kata-kata yang dipake, ketahuan kan orang itu pemikir ato gak.

Oke, udah cukup pendapat-pendapatnya. Jawaban-jawaban yang aku dapat sudah cukup beragam dan mewakili pengertian cantik dari berbagai sisi. Dari yang paling simpel, paling singkat, paling narsis, rada gak jelas, agak serius, sampe yang bikin otak kerja keras untuk mengerti maksudnya pun ada. Yah, yang namanya pendapat, gak ada ukuran salah bener dunk …! Semuanya bener.

Pertanyaan selanjutnya, ditujukan untuk makhluk istimewa, para wanita. Apa yang bakal kamu katakan kalo ada orang yang nanya, ”Apakah Kamu adalah wanita yang cantik?”

Banyak yang yakin (baik yakin ngerasa cantik ato sebaliknya), banyak juga yang gak yakin. Bagi mereka yang gak yakin, mungkin mereka bakal bertanya-tanya, bagian mana di dalam diriku yang bisa dianggap cantik?

Fitrahnya, setiap wanita itu istimewa. Setiap wanita itu berharga. Setiap wanita itu cantik. Sehingga semua itu perlu kita jaga.

Kita, para wanita, tetap istimewa, cantik, dan berharga dengan semua yang ada dalam diri kita, dengan semua yang kita miliki. Entah itu paras yang bikin semua orang terpesona, entah itu kulit yang sehat, putih, dan mulus, entah itu bentuk tubuh yng sempurna, entah itu tutur kata yang halus dan santun, entah itu kepribadian yang menarik, yang bisa bikin orang seneng di manapun dia berada, entah itu kecerdasan yang luar biasa, entah itu ketajaman intuisi, entah itu hati yang lembut, entah itu keramahtamahannya, entah itu sifat penyayangnya, entah itu kepiawaiannya berbahasa, entah itu ketangguhan dan ketabahan hatinya, entah itu keteguhan pendiriannya, entah itu senyum yang manis dan memikat semua mata, entah itu kecekatannya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, entah itu khariswa dan wibawanya, entah itu keteguhan iman dan kesholihannya, entah itu keanggunan sikapnya, entah itu kedewasaannya dalam berpikir, entah itu kebijaksanaannya, entah itu keluguannya, kecuekannya, kesleborannya, kekonyolannya, kecerewetannya, kelemahannya, kerapuhannya, pokoknya semua!

Semua yang kita miliki itulah yang membuat kita berharga, itulah daya tarik kita, itulah keistimewaan kita, itulah yang membuat kita pantas disebut sebagai wanita yang cantik. Ya semua itu. Betapa pun bagus dan jeleknya.

Tidak perlu khawatir, karena setiap orang punya ukuran sendiri untuk menilai orang lain. Tidak semua orang menilai kamu jelek atau biasa-biasa saja. Pasti akan ada yang menganggap kamu cantik, sekalipun kulitmu tidak putih dan kasar, atau tubuhmu terlalu pendek atau gemuk, atau hidungmu yang terlalu pesek, atau pipi yang terlalu tirus atau tembem, atau bibir yang terlalu tebal, gigi yang tonggos dan berantakan, alis yang hampir tidak kelihatan, bulu mata yang terlalu pendek dan tidak lentik, mata yang terlalu sipit atau terlalu belo’, atau rambut yang terlalu keriting atau terlalu tipis, bentuk kuku yang tidak bagus, jempol kaki yang besar sebelah, atau bulu (rambut) kaki dan tangan yang kelewat lebat, dahi yang terlalu luas, atau dialek bicara yang terlalu cepat atau terlalu keras, atau pelupa, atau ceroboh, atau penyakitan, atau cengeng, atau pemarah, atau apapun di dalam dirimu yang menurutmu tidak bagus.

Memang, manusiawi sekali kalau semua wanita itu ingin memiliki kecantikan yang sempurna. Sangat wajar jika setiap orang ingin memiliki pasangan yang cantik atau tampan, ehm, ganteng lah gitu …! Atau minimal enak dipandang mata. Kalo dipandang, nentremin … gitu!

Sekali lagi, tidak perlu cemas, karena sebuah ketertarikan tidak akan pernah bisa dijelaskan, dan untuk jatuh cinta pun kadang tidak perlu alasan. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghindar apalagi menolak.

Gampangnya begini, kamu mungkin punya bentuk muka yang kurang bagus dan kulit yang agak gelap, tapi kamu punya senyum yang manis dan tutur kata yang halus, enak didengar. Atau, kamu mungkin punya bodi yang agak besar (ke atas atau ke samping), tapi kamu punya kepribadian yang menarik, kamu punya sesuatu yang bisa bikin semua orang merasa nyaman dan senang ada di dekat kamu. Atau kamu mungkin adalah orang yang pelupa, ceroboh dan slebor abis, tapi kamu adalah orang yang cuek, hampir gak pernah terlalu peduli atau terlalu khawatir akan apa pun, selalu enjoy ’n nyantai ngejalanin hidupmu. Just let it flow, mungkin gitu motto hidupmu. Bagusnya tipe orang kek gini tueh gak gampang stress. Enak kan?! Atau mungkin juga kamu adalah orang punya badan pendek, tapi kamu pintar menghibur orang lain, dan selalu bisa bikin mereka ketawa setiap mendengar kata-kata yang keluar dari mulutmu. Dan ’atau-atau’ yang lain.

Kekurangan yang kamu miliki tidak akan mengurangi kelebihan yang ada di dalam dirimu, selama kamu bisa menonjolkan bagian yang ’lebih’ itu. Kalau kamu belum tau apa yang jadi kelebihanmu, coba deh luangkan waktu untuk mencari tau atau bertanya langsung dengan orang-orang yang ada di sekitarmu. You’ll find what ur searching for. Insya Allah. Yakin aja, deh!

Langkah berikutnya, hargai apa yang menjadi kelebihanmu itu, dan optimalkan fungsinya.

Misalnya, kalau kamu ternyata punya bakat merangkai kata-kata yang bagus, ya rajin-rajinlah menulis. Bisa menulis puisi, cerpen, artikel, essay, atau ngebantuin temen kamu yang anak band untuk nulis lirik lagunya. Semua itu bisa jadi duit, lho! Tulisan itu mahal! Liat aja, makin tahun harga buku uda kaya’ emas. Makin mahal!

Kalau kamu pinter ngomong di depan orang banyak, yach a good public speaker, gitu lah …! Coba aja belajar jadi presenter! HeheheE … Yah, untuk latihan permulaan, bisa aja kamu rajin-rajin nawarin diri untuk jadi moderator diskusi di kelas. Hehehe … Eits, jangan salah, lho! Menurut info terbaru yang aku dapat dari dosenku, moderator sekarang bisa jadi profesi! Bisa dipanggil ke diskusi-diskusi besar atau seminar-seminar, dan itu dibayar secara profesional! Tau kan, gak semua orang bisa jadi moderator yang baik. Perlu kemampuan khusus.

Namun perlu diingat, menghargai kelebihan diri tidak lantas membuat kamu jadi over confidence yang menjurus ke sifat sombong. Tetaplah rendah hati. Itu penting, karena kerendahan hati juga merupakan salah satu komponen kecantikan yang termasuk dalam inner beauty (alah, sok tau! heheheE …). Jangan lupa, kamu juga punya kekurangan. Gak ada yang sempurna.

Intinya, tetaplah jadi dirimu sendiri sepenuhnya. Be ur self, gitu kata orang bule.

Menjadi diri sendiri apa adanya memang bagus, tapi berusaha untuk menjadi pribadi lebih baik lagi itu juga penting. Terutama, memperbaiki kepribadian. Memperbaiki sesuatu yang biasa disebut orang sebagai inner beauty. Bapak Sajiman, dosenku, bilang kalau inner beauty akan tercermin menjadi kecantikan fisik, tapi kecantikan fisik tidak selalu mencerminkan inner beauty.

Pokoknya, gimana caranya supaya yang ngerasa gak cantik bisa jadi cantik, trus, yang uda ngerasa cantik bisa makin cantik. Ingat, kupu-kupu yang indah dan berwarna-warni itu mulanya cuman seekor ulat daun yang dianggap menjijikkan oleh sebagian orang, bahkan dibenci. Seiring bertambahnya usia, bertambahnya kedewasaan, kecantikan dari dalam diri tidak boleh berkurang sekalipun kondisi tubuh makin menua.

Gimana? Udah gak ragu lagi, ya! Jadi, tanamkan dalam dirimu, dan jangan pernah ragu untuk mengatakan, ”Ya, aku adalah wanita yang cantik. Aku cantik dengan semua yang aku miliki.” (^.^)

Special Thanks to:

  • Akhmad Hanafi Maulana, who inspirated me about this theme for the first time. Terima kasih banyak atas pelajaran berharganya, ya, Mas …! ^___^

• Bapak Sajiman, yang udah menambah inspirasi Tyas dalam menulis tulisan (yang entah apa namanya) ini lewat petuah-petuah beliau di kelas.

• Buat teman2 yg uda mau jawab pertanyaan Tyas. Kalian mengajarkan banyak hal buat Tyas lewat jawaban2 kalian.

• Buat yang gak jawab ato gak bisa jawab, gak apa2. Tapi lain kali tolong diusahain dijawab, ya! Soalnya bukan gak mungkin Tyas bakal nanyain hal-hal aneh yang lain, heheheE …

• Trus, yang jawabannya belum sempat dimuat karena terlambat masuk ke meja redaksi (kekekek … ;p) bisa dituangkan melalui komen untuk postingan ini.

• Makasih banyak buat semua wanita yang sudah jadi inspirasiku untuk tulisan ini.

^___________________________^


Responses

  1. Kayaknya aku termasuk salah satu yang ga ngejawab deh, he he he… kenapa ya kemaren… udah lupa juga… =p

    Yas, tulisannya bagus. Sering2 ke blog orang, Yas. Biar banyak juga yang bales berkunjung dan tulisan ini bisa dibaca banyak orang

    • @Fairuz
      Hyeee … baru nyadar die …
      Jgn bilang lue nyesel karena gak balas smsq itu ya! =p

      Tengkyu. Jarang2 lue sekarang muji tulisan gw (mank gw-nya z kali’ yg uda jarang nulis, ya! Haaaaa …).
      Iya2. Klo ada waktu jg bakal ngunjungin blog2 org ko’.
      Tp gmn caranya ????
      HehehehE …
      Capek ya pnya temen o’on tekno …! Xp

  2. aq setuju bnget dngn kalimat yg trakhir “aq cantik dgn semua apa yg aq miliki”..
    se

    se’akan-akan kalimat itu bwt q + PD lg..

    it’s very good !
    i like it.. ^^

    • @Risa
      Makasih banyak yaaa …
      Aq juga ikutan seneng, pas tau klo km uda jadi tambah PD sekarang.
      Pertahankan!

  3. very good…

  4. Yah.knp km kd bpdh t bt tlisn dblog km…klo tw kn q dgn sukarela2x mnymbngkan pmkiranQ ttg definisi cntik mnurut teori tomi drpd mnta pndpt hanafi lwn umar?ad jw kn kerenx klo nmaQ tcntum..!!areatomie.blogspot.com

    • @areatomie
      Tue namanya bukan sukarela!
      Tapi berharap namanya muncul di blog q.
      Makanyaaaaa … Jangan coba2 nyuekin pertanyaan2 Tyas …!!!
      Sesal kemudian tiada guna …!
      Hag hag hag …!

  5. nice…. ^^

  6. emmm…
    sebelum jawab pertanyaanmu aq mo bilang…
    subhanallah…aq punya temen yang tampa aq sadari pintar nulis…
    mpe2 aq g’nyadar kelamaan ngenet..hee

    cantik itu ……………………
    y cantik…………..
    klu g’cantik berarti bukan cantik..
    ghitu az kuq repot…
    wahahahahahaha
    bcanda boz… AWAZ MARAH!!!!!!!

    cantik itu bagiku suatu anugrah n sunnatullah yang telah diberikan kepada semua perempuan yang ada dimuka bumi ini…
    naa..klu buat pria sunatullahnya adalah tampan seperti ana ini..heee (just kidding)
    jadi bagiku semua perempuan itu cuaaaaantik tapi….
    ada tapinya y!!!
    tinggal seberapa besar kepercayaan dirinya betapa cantik dan sempurnanya dirinya…
    ingat klu g’salah ghini 9lupa kata2nya..hee)..
    Allah kan berikan sesuai prasangka umatnya(afwan klu salah)…
    jadi bilang lach kediri kalian wahai perempuan..
    aku ini cantik, aku ini hebat, jauh lebih hebat dari pada laki2…tampa aku dunia tak akan sempurna dan lengkap..
    dan akan seperti itulach kalian!!!
    so PD az lagi!!

    karena itulach bagiku cantik itu t6ergantung perempuan itu sendiri menilai dirinya..
    yang pasti kodratnya kalian semua itu cantik adanya..

    • @hanif
      Makasih sumbangan pendapatnya.
      Pendapatmu ini termasuk yg “terlambat masuk ke meja redaksi”, ya!
      Hehehehe …

      Alhamdulillah, akhirnya sadar juga punya temen pinter nulis …
      Daripada gak sadar2 …
      Ntar perlu penanganan tenaga medis …
      HeheE …
      Jokin’ …

      Kenapa seyh km tueh selalu berpikir aq bakal marah?
      Bersihkanlah dulu pikiranmu itu …
      Aq gak marah.
      Ada2 aja deh …

  7. oia lupa…
    selain tergantung penilaian perempuan itu sendiri atas dirinya..
    ia juga harus memandang subjec orang yang menilainya..
    contoh :
    yang menilai adalah aku…
    emmm.. perempuan cantik adalah perempuan yang selalu menjaga pandangannya dari laki2 n sesuatu yang sia2, menjaga mulutnya dari perkataan sia2, menjaga hatinya untuk tidak menyukai seseorang selain suaminya.. dan yang terpenting selalu menjaga aurat dengan orang yang bukan muhrimnya..

  8. Cantik itu cerdas. Menurut ku :)

  9. njenengan nulis opo toh??

    • @Umar
      Tega km tueh, Ky!
      Bujuran raja tegaaaaaaaaaaaaaaaaa …!!!

  10. rata” mank cwek t klo dtanya soal ‘cantik’…mreka bkal jwb..CANTIK ITU GW!!

    HAHAHAHAHAHAHA,,,
    itu cma krna mreka juja gag tw cra mndeskripsikan cantik itu sprti ap..

    krena pda dsarny d dunia ini gag ad yg jeleg,,wajar aj sii klo jwbny begitu,,

    • @LEvisRobek
      Hmm … Iya juga …
      Tp km neyh sp. tho???

  11. cantik tidak tepat diberikan pada wanita yang mementingkan penampilan Fisik,Istilah cantik akan lebih berkesan pada wanita yg lebih memerhatikan segi kpribadiannya.

    • @decy89
      Makasih sumbangan opininya …

      Tp ney sp?
      Lia, bukan???

  12. yas salut aq, kd q sangka2 pandai jua km berkata2…

    • @Amboy
      Wah, macam mana temanku yg satu ney!
      Kenal aku mule SD koq gak tau …!
      *geleng2*
      HeheE …

  13. kerenzzzzzzzzzzzzzzzzzz

    • Hoho, tengkyu, Rifdaaa … =)
      Baca yg lain juga, yah! Hehe …

  14. he…
    bagus yas, ak seneng ngebacanya..
    btw,ak da kh yas bilang gtu,he…
    dah lupa nih…
    tpi,tersanjung jg nah klo omongan ak ditanggepin pa lg diingat ma tyas..

    • Masya Allah, Anniiiiiiii …
      Ini postingan uda keburu bulukan, eh baru dibaca …!
      Yeaaa … Tapi bagus juga sih daripada gak dibaca sama sekali, hehehe …
      Iya, Ani pernah bilang gitu. Tyas ingat. hoho … ^o^
      Baca2 tulisan Tyas yang lainjuga yah! Hehehe …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: