Oleh: Fathiya Nazihah | 18 Februari 2009

Apa Bedanya “terlihat tua” dengan “terlihat dewasa” ???

Kalau kamu buka halaman ini dengan tujuan untuk mencari jawaban dari pertanyaan di atas, maka percayalah, kamu gak akan pernah menemukan jawabannya di halaman ini.

Ya, karena aku sendiri juga lagi nanya.

Itu benar-benar pertanyaan. Bukannya sengaja bikin judul yang bikin orang terikat rasa penasaran. Bukan. Itu benar-benar pertanyaan.

Pasalnya, aku mulai ragu. Apa aku sudah terlihat seperti gadis berumur (nyaris) sembilan belas tahun, atau sudah melampaui itu ???

Menyedihkan …

OK, akan kubeberkan fakta-faktanya …

Pertama, aku pernah ikut acara keluarga. Ini acara udah berlalu lama. Aku uda lupa itu acara dalam rangka apa. Pokoknya, di sana pada ngumpul tueh keluarga-keluarga jauh yg gak pernah aku kenal, atau mungkin pernah kukenal di masa lampau (waktu masih baby.red) yg jelas, sekarang udah gak inget lagi aku ma mereka. Pas waktu itu, Allah menginginkan aku untuk harus berdiri di samping Omku, adenya Ibuku.

Sebenernya itu hal biasa, sich. Gak istimewa. Nah, yg rada “istimewa” itu ya komentar dari keluarga jauh (yg entah berhubungan darah denganku lewat jalur mana) yg ngeliat aku berdiri bersisian dengan Omku itu. Tue nenek bilang yg kira-kira begini ke Omku, “Eh, Hendro! Apa kabar? (ngeliat ke aku) Lha, ini siapa? Istrinya, ya?”

DOENGG !!!

Grrr … Makasih banyak, Nek, atas pujiannya …

Serta merta, sambil nahan ngakak (yg pasti udah ngilik-ngilik tenggorokan Omku tueh) Omku bilang kalo aku ini keponakannya, anak dari kakak perempuannya yg sulung. Bapakku yg ngeliat “kejadian tragis” itu juga cuman mesem.

Ke dua, waktu kelas XII SMA kemarin, aku les. Biasa, kayak kebanyakan anak yg bener-bener berhasrat pengen sukses UAN, aku juga ikut bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah. Pada suatu ketika, sekeluarnya aku dari ruangan, jalanku menuju tempat parkir ditutupi ma segerombol anak-anak SMP yg lagi pada asyik becanda. Waktu itu, aku menungu dengan sabar sampai mereka menyadari keberadaanku, kemudian berkenan untuk memberikan jalan buat aku lewat. Akhirnya, penantianku itu pun tidak sia-sia.

Salah satu dari mereka (yg mayoritasnya cowok) nengok ke aku, kaget, trus bilang ke temen-temennya, “Eh, eh, minggiran tue nach … Lalui, Ibu handak lewat tueh …“*

Dia kira, aku ini salah satu pengajar di tempat bimbel itu!

Hahaha … Waktu itu, seyh aku masih kepengen ketawa! Habisnya tue anak mukanya lucu banget waktu ngomong kek gitu! Truz, baru belakangan aku mikir, buset, ko’ bisa sih aku dikira Bu Guru ma tueh anak-anak ???

Ke tiga, pada suatu hari yg (seharusnya) menyenangkan, akhirnya setelah jenuh ma semua rutinitas (cieee … bahasanya …!) aku bisa refreshing juga ke mall di kotaku bareng Ibu, ade-ade, n tante-tenteku.

Kemudian, karena, suatu hal, aku terpisah dari Ibu, tante, dan adeku yg paling besar. Aku jadi jalan bareng ma adeku yg masih kelas 2 SD, ma seorang ade sepupuku lagi yg masih TK, trus ma seorang tanteku. Entah gimana ceritanya, kakiku membawa aku dan mereka (kami, harusnya, ya!) ke salah satu stan yg ada di lantai dasar mall itu. Trus, mbak yg jaga stan itu ngajakin kami ngobrol. Yah, untuk membuktikan bahwa aku adalah gadis yg ramah (ehm), ya aku ladeni lah obrolannya.

Sampai tue mbak nanya, “Mbak, ini sama siapa? Anak-anaknya, ya???”

Dengan memaksa senyum, aku menjawab, “Bukan. Ini adek, ko’!”

“Oh … Adenya, ya …! Memangnya Mbak kelahiran tahun berapa?”

“Tahun sembilan puluh. Manknya kenapa, Mbak? Kelihatan tua, ya?” Aku bener-bener menabahkan hati waktu mengucapkan kalimat terakhir itu. Hukz … Hukz …

“Oh, gak ko’! Mbak terlihat ‘dewasa’ aja …”

MAK-SUDD LOEH …??!!!

Aku jadi mikir, tue mbak apa karena kepengen kelihatan terlalu ramah, apa, ya, jadi ngomongnya kebanyakan, mpe akhirnya bisa sukses bikin orang sakit hati gitu! Huh!

Sejak itu, tueh aku mikir, mank apa bedanya “terlihat tua” ma “terlihat dewasa” ???

Eh, tue pembeberan fakta masih belom selesai, ya! Nih, masih ada lagi!

Ke empat, Aku kan punya satu “kelompok diskusi” di mana kami bisa memperoleh materi dan mendiskusikan berbagai permasalahan (yg sebagian besarnya tentang Islam). Di dalam satu kelompok itu pasti punya satu “kakak pembimbing”. Nah, karena berbagai alasan, bisa dibilang, kelompok kami ini baru dibentuk (dengan anggota yg sebenernya, sebagian besarnya sama aja kek sebelumnya), dan bakal dapat kakak pembimbing yg baru juga.

Aku, kebetulan saat itu “dipindah” ke kelompok itu. Kelompok kecil kami ini ngadain pertemua di pelataran masjid terbesar di kota kami. Di sana, sekonyong-konyong muncul kakak pembimbing yg sebelumnya menangani kelompok itu. truz, ritual selanjutnya, ya berjabat tangan plus cipika-cipiki dengan mesra.

Sambil menjabat tanganku, tue kakak ngomong gini ke aku, “Oh, jadi sekarang Anti, ya yg megang kelompok ini?”

“Hah?! Oh, bukan, ko’, Kak! Saya juga baru gabung di sini …”

TIDAAAAAAAKKKK …!!!

Bukannya tanpa sebab, aku melolong sebegitu mengenaskan dalam hati. Pasalnya, kakak-kakak pembimbing itu usianya cenderung lebih tua daripada ade-ade yg dibimbing!

Ngerti, khan?!

Ke lima, pada suatu masa, di mana aku lagi libur kuliah dan ade-adeku lagi pada masa bagi rapot, aku kebagian ngambil rapot adeku yg kecil, yg waktu itu udah kelas 3 SD. Soalnya, bapak kerja, dan Ibu harus ngambil rapot adeku yg gede, yg kelas 3 SMA.

Dengan sabar aku duduk di antara ibu-ibu dan bapak-bapak yg jelas bertujuan sama: Mengambil rapot anak-anak mereka. (Ya iya lah! Masa’ iya mau nuntut penurunan harga sembako!)

Akhirnya, tiba juga giliranku untuk maju ke depan kelas saat nama adeku dipanggil oleh Bu Guru Wali Kelas.

“Derajat Kartiko Bhirawa!”

Teruz, Ibu Guru itu memberi aku pesan-pesan dan wejangan-wejangan perihal nilai-nilai adeku.

Tiba-tiba, tue Ibu guru nanya, “Ikam siapa? Mamanya kah?”**

Eugh, lagi-lagi …

“Oh, lain, Bu ae … Ulun kakaknya …”***

Ya Allah … Gini banget seyh nasibku … Huhuhuhuhuuuu … T_T

CUKUP ! CUKUP SUDAH! Cukup sudah semua itu bikin hatiku merana.

Nah, what’s wrong with me?! My face? My style? Or what?!

Aku sendiri, sih ngerasa penampilan dan mukaku masih wajar-wajar aja … Tapi kenapa? Kenapa? Kenapa harus dapet komentar kek gitu ???

Aku pernah cerita ke beberapa temen, dan komentar mereka beda-beda.

“Emang pembawaan kamu kaya’ gitu ko’. Anggung dan berwibawa. Makanya dikira Bu Guru …” Vicka berusaha menghibur.

“Tampangmu mank menyejukkan kali’! Makanya dikira kakak pembimbing …” Teteh menimpali, berusaha menghibur juga kali’! Ato ngeledek?

“Kalo menurut aku, sich … Penampilan kamu tueh wajar aja. Dewasa …” Gitu kata Alam.

Tapi, waktu kutanya, mank apa bedanya “terlihat tua” dengan “terlihat dewasa”, dia gak berhasil memberi aku jawaban yg memuaskan. Pokoknya dia bilang, ya tetep beda!

Ah, ada gak, seyh yg bisa ngasi’ aku jawaban yg memuaskan & logis ???

I’m waiting …

* “Eh, eh … Kasi’ jalan tueh … Bu Guru mau lewat …”

**”Kamu siapa? Ibunya, ya?”

***”Oh, bukan, Bu … Saya kakaknya …”


Responses

  1. Wakakak… :lol:
    Soal ‘menyejukkan’, itu mksudx emang dobel
    Kikikik… :lol:
    Gpp, aku juga sering dikira ‘ibu’ kalo lagi di minimarket, apalagi kalo lagi pake kacamata
    Kayaknya itu pengaruh warna kulit yang gelap, makanya dikira tuaan melulu :P

  2. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    a

  3. klo mnurutku,terlihat tua tuh lbih cnderung mngarah k fisik se2orang,muka yg keriput,kulit kndor,garis2 halus dsb.
    Tp aku yakin syakin yakinnya klu u tuch gk kelihatan tua,,,kok,,,
    so u lbih kelihatan dewasa n kharismatik,,,
    itu smua krna pngruh lingkungan u,pnampilan u,n tingkah laku u yg lbih dwasa dari umur u,,,
    ato mngkin krna body u yg tinggi besar,itu jg akan mmpengaruhi,so pasti kita akn lbih klihatan dwsa,
    aku sndiri jg mngalami hal yg seperti tu,,,sebel,,,

  4. Oh, ya???
    Hehehe … senengnya ada yang memberi pencerahan tentang perbedaan kedua hal itu.
    Makasih, yea … hehehe …

  5. Aku ikut sedih… waktu kelas 5 SD aku nungguin adik yg kelas 1 SD, aku dikira tante2. “Saya pikir kamu tantenya dia. Abis kamu keliatannya udah besar sekali,” kata seorang ibu yg lagi nungguin anaknya. Wajahku cepat tua, krn kelas 4 aku sudah menstruasi.

    Tapi berhubung kamu kelahiran 1990, yg artinya tahun 2010 ini usia kamu bary 20 th, kamu masih punya harapan besar utk keliatan muda. Kalo kamu gemuk, mungkin sebaiknya turunin berat badan. Kalo pake kacamata, coba pake kacamata yg bikin keliatan muda. Tanya ke optik, mana kacamata yg bikin kamu keliatan muda. Hati2 milih baju utk jalan. Pake kaos, jeans akan keliatan muda. Tasnya yg ngeremaja aja. Rambut jg dimodel yg bergaya anak muda aja. Jangan pake make up tebal cukup sunblock dan pelembab.

    Mulai sekarang kamu perlu makan buah, sayur, kurangi jajan krn jajanan mempercepat penuaan.

    Sukses ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: